Begal Marak di Medan, KMSU Jakarta Minta Kepolisian dan Pemkot Cari Solusi

SumutMantap.com. Akis begal di Kota Medan, Sumatera Utara, akhir-akhirnya ini cukup menghawatirkan masyarakat khususnya mereka yang akan bepergian malam ke luar kota atau hanya sekedar berkeliling di Kota Medan.

Aksi kriminal tersebut pun sudah banyak memakan korban. Dari aksi yang terjadi, para begal melakukan tindakan nekat itu di beberapa titik wilayah Kota Medan yang minim penerangan dari lampu jalan.

Melihat fenomena tersebut, Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) Jakarta, Rahmad Parsulian Siregar (Parsa) ikut prihatin terhadap aksi kriminalitas yang sedang marak di Kota Medan beberapa bulan ini.

“Kami merasa prihatin atas kejadian itu, dan ikut sedih atas para korban akbibat ulah para Bedal di Medan. Kami meminta masyarakat agar waspada terhadap tindakan kriminalitas itu,” kata Parsa di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Parsa Siregar meminta pemerintah Kota Medan (Pemkot) untuk menindak pelaku begal dan juga mencari solusi agar kejadian itu tidak terjadi lagi, karena menurutnya, begal kerap kali dilakukan oleh kalangan remaja dan anak muda.

“Adanya Begal ini harus ditumpas sampai ke akar-akarnya, soalnya fenomena tersebut merupakan cerminan perilaku buruk dari kaum muda. Pemerintah perlu membuat rehabilitas dan pekerjaan untuk para begal,” jelasnya.

Selain itu, Parsa meminta berbagai pihak bekerjasama, mulai dari kelurahan, kepolisian, Babinsa untuk mengadakan Siskamling atau pos-pos pengamanan yang memang daerah rawan begal

Diketahui, da 11 jalan rawan begal di Kota Medan, di antarnya, Jl. Kapten Pattimura, Jl. Amir Hamzah (Griya), Jl. Luku Sekolah Al-Azhar, Jl. Ir H Juanda, Jl. Sunggal Dekat SMA 15 Medan, Jl. Imam Bonjol, dan beberapa jalan lainnya. (rhr)