Mimpi Sumatera Utara 1.0: Bangun Kawasan Pariwisata Seperti Bali

SUMUTMANTAP.COM. Sebagai provinsi yang luas, Sumatera Utara memiliki potensi wisata yang sangat besar, keindahan alam yang sangat menakjubkan terbentang dari Danau Toba yang indah, hutan di Bukit Lawang, Cagar Alam Sibolangit, Istana Maimun di Medan, Pantai Lagundri di Nias, hingga Aek Sijorni di Padangsidimpuan, dan masih banyak lagi tempat Pariwisata yang tidak kalah bagusnya, tersebar di 33 Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara.

Sumatera Utara punya kawasan pengembangan pariwisata nasional, seperti Nias Barat, Teluk Dalam, Medan, Tangkahan-Leuser, Bukit Lawang, Danau Toba, dan Sibolga. Jumlah objek wisata yang ada di Sumatera Utara mencapai 339 objek, tapi yang beroperasi sangat minim. Semua Kabupaten/Kota mempunyai potensi wisata, ada yang mengandalkan laut, alam, kuliner serta ekonomi kreatif. Potensi tersebut dapat memberikan manfaat jika ada pengelolaan dari pemerintah, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Mimpi Sumutera Utara membangun kawasan pariwisata seperti Bali dapat tercapai asal pemerintah punya komintmen dan keinginan kuat untuk memajukan sektor pariwisata diatas. Sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), provinsi ini sedang berusaha keras untuk memajukan pariwisata daerahnya. Berbagai cara dilakukan agar menjadi yang nomor satu di Indonesia (2/6/2016).

Beberapa caranya seperti peningkatan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur di berbagai objek wisata, juga promosi kebudayaan ke beberapa daerah di Indonesia maupun luar negeri. Di lain sisi, terdapat pula sinkronisasi kebijakan pariwisata dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota, dan Kabupaten. Hal ini pun dibahas dalam acara Rapat Kerja Kebudayaan dan Pariwisata 2016 Kota dan Kabupaten se-Nusa Tenggara Barat.

Selain NTB, Provinsi Riau juga semakin gencar membangun sektor pariwisata, akan dibangun kawasan pariwisata seperti BTDC (Bali Tourism Development Corporation) Nusa Dua di Bali. Provinsi Riau pun telah menyediakan lahan seluas ratusan hektar untuk membangun kawasan wisata. Lokasinya di Kabupaten Pelalawan, di mana Sungai Kampar dengan ombak Bononya berada. Riau mengangkat budaya Melayu sebagai branding yang tepat untuk menarik turis dari Negara-negara tetangga (27/5/2016).

Provinsi Sumatera Utara, melalui Danau Toba, yang menjadi tempat destinasi wisata andalan Indonesia, dapat berdiri sejajar dengan Bali, dan juga melakukan kebijakan pariwisata, seperti keinginan kuat NTB dan Riau. Sayangnya, masa kejayaan Danau Toba tidak bertahan lama. Seiring berkurangnya keasrian dan estetika danau, serta buruknya manajemen pengelolaan membuat kunjungan wisatawan menurun drastis.

Upaya membangun kawasan pariwisata Sumut sudah dilakukan, tinggal sejauh mana komitmen (political will) Pemprov dan Kabupaten/Kota untuk merealisasikannya. Seperti Badan otorita di sekitar Danau Toba yang didukung oleh 7 bupati, menjadi upaya pemerintah untuk mengelola Danau Toba menjadi destinasi wisata unggulan. Hal itu pun dibicarakan dalam acara Malam Budaya Menyongsong Otorita Danau Toba. Sejumlah bupati dari tujuh Kabupaten hadir dan menyatakan dukungan secara resmi melalui penandatangan MOU yang disaksikan langsung oleh Menko Maritim Rizal Ramli (25/5/2016).

Rencananya, akan dilakukan perluasan akses seperti Bandara Silangit, pembuatan jalan tol langsung dari Medan ke Toba serta jalan inner dan outer ringroad hingga pembersihan Danau Toba. Semua upaya itu akan dilakukan bersama untuk menjadikan Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Selain itu, infrastruktur yang mendukung pariwisara Sumut, akan dibangun 6 bandara perintis dan pelabuhan, terutama untuk pantai Barat yakni Bandara Sibisa, Bandara Silangit, Bandara FL Tobing, Bandara Binakan, Bandara Lasondre dan Bandara Aek Godang. Untuk pelabuhan yakni Sibolga, Gunung Sitoli, Tanjung Leidong, Tanjung Sarang Elang, Kuala Tanjung dan Teluk Dalam Nias.

Semangat membangun pariwisata Sumut pun sudah muncul dari daerah, seperti terlihat dalam Acara Launching “Nias Pulau Impian”, tinggal upaya singkronisasi dari Pemprov Sumut kepada daerah-daerah lainnya. Dalam momen tersebut, hadir 5 bupati dari Kabupaten Kota, dan Yasonna Lauly selaku tokoh masyarakat Kepulauan Nias. Kelima pemerintahan ini saling bersatu dan bersama-sama bergandengan tangan untuk membangun pariwisata yang ada di Nias. Seperti Pulau Asu, Pulau Tello, Pantai Sorake, Pantai Lagundri, Pantai Pasir Berbisik, Pantai Toyolawa dan Tari Perang, serta tradisi Lompat Batu Nias yang khas (2/6/2016).

Oleh: Raidong Habibi Rambe (Sekjend. KMSU Jakarta Periode 2010-2012)