Soal Amandemen UUD 1945, IMM: Try Sutrisno Tidak Faham Sejarah

SumutMantap.com. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Ahmad Fauzi Syahputra menyayangkan perkataan Wakil Presiden ke-6 Indonesia Try Sutrisno yang menyebutkan Mantan Ketua MPR, Amien Rais, pengkhianat bangsa terkait amandeman UUD 1945.

Ia menyampaikan, harusnya Tri Sutrisno tidak perlu bicara seperti itu di ruang publik, apalagi menyangkut persoalan sejarah bangsa dan politik di era reformasi tahun 1998.

“Kami sangat menyayangkan perkataan Try Sutrisno terkait jihad politik Pak Amien Rais dalam proses amandemen UUD 1945,” kata Fauzi, di Jakarta, Minggu (24/6/2017).

Ia menambahkan, sebagai tokoh bangsa, Try Sutrisno mestinya mengetahui lebih jernih duduk persoalan politik di tahun itu, dimana era reformasi tidak dapat dibendung, termasuk terkait amandemen terhadap UUD 1945.

“Tidak pantas Pak Tri menyalahkan Pak Amien Rais, padalah saat itu kekuatan politik menginginkan adanya perubahan atau amandemen terhadap UUD 45. Ini membuktikan Pak Tri tidak faham sejarah reformasi.

Fauzi menuturkan, dengan amandemen itu, masyarakat menyambut baik dengan harapan adanya perubahan dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia, termasuk soal masa jabatan presiden lebih dari 2 periode.

Dengan demikian, Fauzi yakin, Amien Rais akan sangat terbuka untuk mendiskusikan persoalan ini, terlebih-lebih kepada Try Sutrisno, tentunya itu dilakukan dengan niat baik tanpa bermaksud saling menyalahkan.

Diketahui, komentar Try Sutrisno itu disampaikan saat memberikan pidato di Silaturahmi Nasional TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9). Try mengaku pernah mengingatkan Amien bahwa usulan melakukan amandemen UUD 1945 adalah sebuah langkah yang salah.

“Tetapi setelah terjadi diketok dan empat kali diamandemen, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai catatan kita. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara. Pengkhianat bangsa ini Amien Rais,” tegas Try. (rhr)