Dede Rosyada: UIN Tidak Belajar Ekonomi, Tapi Belajar Agama Melalui Ekonomi

SumutMantap.com. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah Jakarta mengadakan acara Halal Bi Halal yang dihadiri seluruh keluarga besar dan civitas akademik UIN Jakarta, serta sejumlah perwakilan atau duta besar negara-negara mitra Indonesia.

Selain ramah tamah dan silaturrahmi pasca pelaksanaan bulan puasa ramadhan, kegiatan tersebut bersamaan dengan diskusi yang mengambil tema “Urgensi Penelitian dan Publikasi Internasional di Perguruan Tinggi untuk Kemajuan Umat.”

Acara itu menghadirkan narasumber dari Kementrian Riset Tehnologi dan Pendidikan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, di Auditorium Harun Nasution, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (12/7/2017) kemarin.

Dalam pidatonya, Ali Ghufron menekankan, kampus UIN Jakarta mesti fokus pada penelitian dan penulisan. Dia mengatakan, visi Kemenristekdikti saat ini adalah memperkuat penelitian dan publikasi untuk memajukan riset Indonesia di kancah internasional.

“Penelitian itu bukan hanya sekedar tentang apa yang kita tulis, tetapi tulisan itu merupakan budaya yang harus dipertahankan di dunia akademik. Ini adalah aset yang luar biasa yang harus dikembangkan dan menjadi bahan riset yang diangkat di tingkat Internasional,” kata Ghufron.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada dalam sambutannya mengatakan, riset mesti berbasis agama. Dia menambahkan, bahan-bahan riset yang sering dilakukan di UIN adalah hasil dari riset ulama-ulama terdahulu, seperti Imam Syafi’i, Imam Nawawi dan ulama-ulama lainnya.

“Di sini kita tidak belajar kedokteran, tidak belajar ekonomi, akan tetapi kita belajar agama melalui ekonomi, melalui kedokteran dan bidang-bidang lainnya, sehingga UIN bukan mempelajari secular science, akan tetapi religious science,” papar Rosyada. (rhr)