Pengukuhan KIPAN, Kemenpora: Budayakan Hidup Sehat Tanpa Narkoba

SumutMantap.com. Pembangunan kepemudaan saat ini berhadapkan dengan sekurang-kurangnya 4 ancaman yakni, penyalahgunaan narkoba, radikalisme dan intoleransi yang bermuara pada tindak terrorisme, penyebaran tingkat prevelensi hiv/aids dan perilaku bebas dan penyimpangan sex.

Beberapa ancaman tersebut di khawatirkan akan menyebabkan “Indonesia akan kehilangan satu generasi muda” apabila tidak disikapi secara serius oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan juga kementerian lain, maka bangsa ini akan merugi besar.

Demikian penjelasan Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Mulyadi Adnan, di sela-sela pengukuhan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) se-Sulawesi Selatan, dengan jargon “Pemuda Indonesia Siap Perangi Narkoba” di Kota Makassar, Rabu (9/8/2017) kemarin.

“Kader pemuda anti narkoba yang baru dikukuhkan akan menghadapi tantangan di lapangan cukup berat, oleh karenanya tugas kader pemuda anti narkoba di antaranya; menyusun rencana aksi kampanye perang terhadap bahaya narkoba; membuat peta rawan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing,” jelas Mulyadi.

Dia menjelaskan, tujuan strategis kader pemuda anti narkoba Sulawesi Selatan itu diharapkan pada ahun 2030 menjadi titik 0 pertumbuhan narkoba (zero growth), kontribusi industri kreatif pemuda minimal 20% dari total industri kreatif nasional.

Mulyadi mengungkapkan, sebagai tindaklanjut kegiatan itu, maka dalam rangka membudayakan gaya hidup sehat tanpa narkoba, Kemenpora akan mulai merintis pembahasan tentang pengembangan konsep “desa aktif pemuda”.

“Tiga faktor strategis dalam satu kesatuan yakni; aktivitas dan kebugaran; bebas narkoba; peluang ekonomi, manfaat desa aktif pemuda yang bertujuan mempersempit ruang gerak pengguna narkoba dan mengalihkan perhatian pengguna narkoba melalui pemanfaatan peluang ekonomi,” pungkasnya.

Diketahui, pada tahun 2017, Kemenpora membentuk sebanyak 30.000 kader pemuda anti narkoba, 30 kabupaten di 5 provinsi yakni; Sumatera Selatan, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Banten. (rhr)