Aneh, Jaksa Yulianto Sebagai Penegak Hukum Justru Merusak Ranah Hukum

SumutMantap.com. “Anda harus ingat kekuasaan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena-mena demi popularitas, dan abuse of power.”

Penggalan kalimat tersebut adalah isi sms HT (Hary Tanoesoedibjo) yang dialamatkan kepada Jaksa Yulianto yang dianggap mengancam, kemudian HT dilaporkan ke polisi dan jadi tersangka karena sms tersebut.

Jaksa Yulianto sebagai subjek yang menegakkan hukum seharusnya mengerti dan senang dengan sms tersebut sebagai bentuk dukungan dan masukan untuk memperkuat eksistensi hukum di negeri ini.

Aneh sekali, kalau Yulianto menganggap sms tersebut sebagai ancaman. Dia mengerti hukum, hidup di lingkungan penegakan hukum, dan setiap saat bersentuhan dengan ranah hukum. Lantas kenapa dia tidak mengerti isi sms itu sebagai bentuk dukungan dari putra terbaik bangsa.

Semua orang juga tahu, bahkan orang yang tidak mengetahui hukum sekalipun, sepakat bahwa sms HT tersebut tidak mengandung ancaman. Esensi dari sms Pak HT tersebut justru menunjukkan bahwa setiap orang mempunyai tanggungjawab terhadap penegakkan hukum walaupun secara formal, tidak memegang jabatan struktural dalam bidang hukum.

Jaksa Yuliato seharusnya sadar, bahwa dalam menegakkan hukum perlu dukungan dari setiap orang dalam bentuk kritikan yang membangun, ide-ide yang cemerlang, dan masukan yang memperkuat hukum demi tegaknya keadilan di negeri ini.

Ironis, dia sebagai subjek penegak hukum, justru merusak, melemahkan penegakan hukum itu sendiri serta menyalahgunakan kekuasaan.

Saatnya Jaksa Yulianto mengevaluasi diri, bukan menyalahkan orang lain. Seharusnya pemerintah juga segera meninjau ulang apa yang dilakukan oleh Jaksa Yulianto yang sudah menyalahgunakan kekuasaan dan jabatannya. Karena kalau dibiarkan, maka keadilan di negeri akan rusak dan banyak memakan korban-korban kriminalisasi hukum.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang adil, hakim yang jujur dan bijaksana, demi mewujudkan cita-cita para pejuang bangsa ini, yaitu terciptanya masyarakat yang bermoral, berkeadaban dan sejahtera.

M. Rasid, S.Sos.I,.M,Ud
(Direktur Komunitas Makrifat)