Soal KA Jakarta-Bandung, Tuduhan Sri Bintang Pada Luhut Tidak Beralasan

SumutMantap.com. Sri Bintang Pamungkas menyebutkan warga Jakarta dan Bandung tidak perlu KA cepat yang menelan biaya Rp. 78 Trilyun yang dimodali oleh Cina. Perkataan ini menyindir Luhut Binsar Panjaitan yang disinyalir sebagai antek kolonisasi Cina di Indonesia.

Menanggapi akan hal itu, Wasekjen DPP KNPI, Jabidi Ritonga mengatakan, tuduhan tersebut tidak beralasan dan cenderung mengada ada. Menurunya, Sri Bintang hanya mengaitkan persoalan kebangsaan dengan pribadi Luhut.

“Terkait pembangunan KA Jakarta-Bandung, serta pembebasan lahan yang ada, dilihat posisi beliau sebagai menteri tidak ada hubungannnya, Pak Luhut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, apa hubungannya dengan pembebasan tanah dan perhubungan,” kata Jabidi, Selasa (28/6/2017).

Selain itu, kata mantan Sekretaris Jenderal PB PMII ini, Luhut juga kerap dikaitkan dengan masalah politik atau agama. Baginya, Luhut bukan bertujuan mengambil peran yang bukan tugasnya, melainkan hanya keinginan untuk ikut menyelesaikan persoalan negara.

“Jika beliau hadir dalam persoalan tersebut, tidak lebih akan bentuk kepedulian beliau akan masalah bangsa, bukan masalah pribadi, lebih ingin membantu Pak Presiden Jokowi dalam menyesaikan masalah yang ada,” jelasnya.

Jabidi berharap, Sri Bintang mampu lebih dewasa dalam melihat persoalan yang ada, jika ada masalah pribadi tentunya tidak perlu menghubungkan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

“Kami tidak bermaksud ingin menggurui beliau sebagai tokoh yang kritis dalam melihat masalah bangsa, tuduhan-tuduhan yang membuat nama baik pak Luhut tercoreng tersebut harus didukung dengan fakta yang ada, bukan kesannya seperti mengarang cerita,” tandasnya. (rhr)