Dedi Iskandar Desak Pemda Madina Kembalikan Kejayaan Kopi Mandailing

SUMUTMANTAP.COM. Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, menyayangkan mengapa sekarang kopi Mandailing seperti hanya tinggal nama. Ia melanjutkan, saat ini petani kopi jumlahnya tinggal beberapa orang saja.

Dedi mendesak pemerintah kabupaten Mandaling Natal (Madina), Sumatera Utara, untuk mengembalikan brand (merek) kopi Mandailing yang selama ini telah diakui dunia internasional.

“Kopi Mandailing itu jenis kopi Arabia terbaik di dunia, hal ini ditulis William H Ukers (New York, 1922) dalam bukunya. Ini bentuk pengakuan yang tidak terbantahkan,” kata Dedi kepada redaksi Sumut Mantap, Jumat (18/11).

Dedi Iskandar juga mendesak Pemda Madina segera mengalokasikan dana APBD untuk membuka perkebunan kopi Arabika Mandailing yang selama ini sudah menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Madina.

“Para petani kopi harus didorong kembali menekuni usaha pertanian kopi dengan memberikan bantuan permodalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Atas dasar sejarah kopi Arabika Mandailing tersebut, Dedi Iskandar selaku senator asal Sumut ini, menghimbau Pemda Madina untuk memperhatikan petani kopi.

“Pemerintah daerah harus kembali menjadikan kopi Mandailing sebagai primadona dan komoditi andalan Mandailing Natal,”

Dedi yang dikenal sebagai ustadz di Sumut ini mendesak Pemda Madina agar dapat mengembalikan marwah kopi Mandailing di dunia internasional. Baginya hal tersebut mudah, asal ada komitmen kuat dari Pemda Madina.

“Kopi Mandailing adalah aset Madina yang mendunia, dengan nama besar yang pernah ada, tidak sulit untuk membangkitkan kembali kejayaan kopi Mandailing sebagai trademark kopi khas Indonesia, karenanya dibutuhkan komitmen kepala daerah,” tutupnya. (rhr)